Postingan

Sulastri (1)—Kenyataan Pahit

Gambar
“Kalau jatuh, langsung berdiri.” Seorang perempuan paruh baya berbaju batik truntum dengan rok hitam selutut itu tampak sedang memenangkan gadis berusia sembilan tahun yang baru saja tersandung saat jalan kaki. “Inget, nggak semua orang itu bakal bantu kita kalau lagi susah kayak gini. Apalagi kamu perempuan. Perempuan itu harus bisa bertahan dalam kondisi apapun. Jangan pernah jadi perempuan yang lemah!” Mendengar omelan dari ibu panti yang terkenal galak, membuat gadis berkaos merah muda dengan celana berwarna senada itu mencoba menghentikan tangisannya. Meskipun sesekali masih terdengar isakan kecil dari bibirnya yang menahan kesakitan di kakinya. “Sini, Ibu obatin kakinya yang luka.” Keduanya kembali masuk ke bangunan yang sudah selama sepuluh tahun itu menjadi panti asuhan. Gadis itu hanya mengekor langkah ibu panti yang menggandengnya dari luar. Sesekali ia meringis merasakan nyeri di lutut yang sempat terantuk batu di halaman panti. “Besok-besok kalau mau belajar jalan nggak pak...